Rabu, 21 Maret 2012

Anak Perempuan

Keistimewaan Anak Perempuan
Assalamualaikum wr.wb.
Berbahagialah kalian yang memiliki anak perempuan karena mereka akan menjadi penghadangan kalian dari api neraka dan menjadi wasilah kalian masuk surga. Jika saja bersabar mendidik mereka dengan sebaik mungkin.
Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa yang memiliki tiga anak perempuan , lalu bersabar mendidik mereka, memberi makan dan minum mereka, menyandangi mereka dengan segala keseriusannya, mereka akan menjadi penghadang yang menghalanginya dari neraka kelak di hari Kiamat.”

Rasulullah saw menegaskan “Seorang Muslim yang memiliki dua anak perempuan lalu ia berbuat baik kepada keduanya , kelak mereka pasti memasukkannya ke dalam surga -” Rasulullah saw bersabda : “seseorang yang memiliki tiga orang putri atau tiga saudara perempuan lalu ia berbuat baik k epadanya, ia pasti akan masuk surga.”
Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa di uji oleh Alloh SWT dengan suatu kesulitan yang ditimbulkan oleh keberadaan anak-anak perempuannya. lalu ia bersabar,anak-anaknya itu akan menjadi perisai baginya dari api neraka.”

Rasulullah saw juga bersabda “Barang siapa yang mengasuh dengan baik kedua anak perempuannya,dia akan berada dekat denganku di surga seperti dekatnya kedua jari ini, beliau sambil mengacungkannya keduanya.” (Ibnu Majjah, Hakim dan Tabrani,HR.Tirmidzi, HR.Ahmad,HR.Bukhori ) kepadanya, ia pasti akan masuk surga.”

Seorang muslimah yang bijak adalah seorang istri yang dapat merasakan bahwa suaminya adalah orang yang paling serasi dengannya. Adapun ketidakpunyaan akan gemerlap duniawi, tIdaklah punya arti apa2 hal itu tidak menjadikan pengaruh terhadap rumah tangganya, ia senantiasa Ridho dengan apa yang dimiliki d diberikan suami tercintanya. Sabda Rosul:"istri yg baik adl yg selalu menyenangkan bila suami memandangnya, yg selalu taat bila suami menyuruhnya, bila suami bepergian dia menjaga kehormatan dirinya dan harta milik bersama.

Manusia senatiasa menghadapi pelbagai Godaan da Cobaan *Justru itu, Alloh senatiasa menegaskan dalam Al-Qur,an bahwa manusia tdk akan terlepas daripada fenomena tsb sebagaimana Firman Alloh "Dan Kami akan mnguji kamu agar kami mtahui orang yang berjihad dan bersabar diantara kamu, dan agar Kami mgetahui (baik buruk) hal ihwalnya".(Srt Muhammad:31). Untuk menghadapi suasana yang silih berganti dalamkehidupan ini, maka Islam menganjurkan kita supaya memiliki SIFAT SABAR: menahan diri, memiliki keteguhan hati dalam menghadapi apapun kesulitan, penderitaan dan bahaya yang menimpanya. Sebaliknya SABAR juga hendaklah dimiliki ketika berada dlm limpahan kurnia kenikmatan dan kesenangan. Sanggup mnahan diri dari godaan ketika tercapai cita2 dan kejayaan dsamping memiliki keteguhan hati dan istiqomah, dalam meneruskan perjuangan dan amalan baik.SABAR juga hendaklah disertakan sewaktu menunaikan perintah Allah seperti: Mendirikan Sholat, erbpuasa, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji, berjihad dsb.

Firman Alloh: "Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara kebajikan), dan kuatkan lah kesabaran kamu (lebih dari kesabaran musuh dimedan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan didaerah-daerah sempadan), serta bertaqwalah kamu kpd Allah, supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan). ~Al-Quran, Surah Ali-Imran: 200)

Firman Allah Swt: “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. ” (Yunus: 57). Sabda Rasulullah Saw: “Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafa ‘at bagi pembacanya.” (HR. Muslim dari Abu Umamah)

Tugas mendidik anak memang bukanlah tugas individu seorang ibu, namun perlu disadari bahwa ibu memiliki peran yang sangat besar. Ibu adalah guru pertama dan utama di rumah. Peran suami bersifat mengokohkan apa yang telah dibentuk ibu. Peran Ibu lebih efektif karena ada ikatan anak dan ibu yang kuat saat dikandungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar